Ririn Septrisulviani, sapaan akrabnya “Ririn” merupakan salah satu alumni berprestasi di Jurusan Teknik Informatika, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta (IST AKPRIND). Ririn masuk ke IST AKPRIND tahun 2013 dan lulus pada September 2017. Ririn bercerita bahwa awal mula mengenal IST AKPRIND dikenalkan oleh alumni “Waktu itu saya tahu IST AKPRIND dari salah satu alumni IST AKPRIND, anak Teknik Elektro yang sekarang sudah jadi dosen di BATAM dan seorang mahasiswa IST AKPRIND juga (pada tahun itu) jurusan Teknik Informatika angkatan 2010, yang kebetulan adalah temen dari abang saya. Nah dari beberapa universitas swasta di Yogyakarta, yang dimana saya sudah diterima di 3 kampus Swasta waktu itu (salah satunya AKPRIND), mereka menyarankan untuk memilih IST AKPRIND. Untuk jurusan memang sejak awal saya ingin mengambil jurusan Teknik Informatika, jadi ya saya mencoba untuk mengikuti saran tersebut”.

Ririn merupakan mahasiswa yang rajin dan gigih. Dari sekian banyak mata kuliah, Ririn bercerita kalau paling menyukai mata kuliah pilihan, Sistem Tertanam yang diampu oleh Pak Beny Firman dan Keamanan Sistem Komputer. “Seneng pas belajar kriptografi-nya yang waktu itu diajar oleh Bu Erma Susanti”. Tidak sia-sia, karena kerja keras dan keuletannya, Ririn lulus dengan IPK 3,80. Ririn mendapat predikat Cumlaude dan menjadi wisudawan terbaik ke-3 pada acara wisuda Periode 1 Tahun Ajaran 2017/2018. Saat ditanya rasanya seperti apa menjadi salah satu wisudawan terbaik, jawab gadis cantik itu “Alhamdulillah iya, rasanya campur aduk. Ada kebanggaan tersendiri buat seorang anak yang ingin membahagiakan orang tuanya meski dengan hal kecil ini. Tapi ada rasa takut, karena bagaimanapun saat kita sudah dianggap baik, tanggung jawabnya pasti sangat besar dengan beban IPK  yang sudah didapat. Ya semoga saya bisa mempertanggungjawabkannya, Aamiin”. Semoga selalu mejadi anak yang membanggakan orang tua.

Setelah lulus, Ririn semakin bersinar. Prestasinya kali ini adalah lolos beasiswa PMDSU (Program Pendidikan Magister Menuju Doktor) di Universitas Gadjah Mada (UGM). Jadi saat ini, Ririn terdaftar sebagai mahasiswa Magister Ilmu Komputer di UGM. Berikut cerita dari Calon Doktor ini tentang motivasi yang membawanya bisa mendapatkan beasiswa tersebut, karena untuk bisa lolos beasiswa tersebut tidak mudah.

Awalnya saya sama sekali tidak ada niat mau mencari beasiswa. Cuma pada waktu saya daftar UM UGM dan butuh rekomendasi dosen. Akhirnya saya meminta rekomendasi dari pak Amir Hamzah (saat ini menjabat sebagai Rektor) dan pak Edhy Sutanta. Gayung bersambut, saya mendapat info beasiswa PMDSU dari pak Edhy.  Sebelumnya pada saat BATCH III sudah sempet ditawarkan di grup bimbingan beliau. Hanya saja, karena status saya waktu itu baru saja selesai pendadaran, jadi tidak bisa ikut yang BATCH III. Awalnya saya kira pembukaan BATCH IV nya 2 tahun lagi, karena biasanya seperti itu. Ternyata mulai diadakan setiap tahun. Dengan modal nekat dan tidak begitu tahu banyak tentang PMDSU, saya pun mencoba untuk mendaftar atas saran pak Edhy yang kebetulan juga mau membuatkan surat rekomendasinya. Dan kebetulan juga, ada dua nama dosen ilmu komputer UGM yang terdaftar sebagai calon promotor di PMDSU. Jadi saya bisa daftar. Karena dosen yang bisa menjadi promotor harus satu bidang dengan kita.

Dan seiring berjalannya waktu ada satu alasan kuat saya ingin sekali mendapatkan beasiswa ini, yaitu karena orang tua saya. Orang tua saya punya prinsip, “Pendidikan itu nomor 1. Anak mau minta apa aja kalau itu untuk memfasilitasi pendidikannya, berapapun itu uang harus ada kalau nggak ada ya dicariin. Dan anak itu pendidikannya harus sederajat lebih tinggi dari orang tuanya kalau bisa malah setinggi-tingginya”. Dan demi mempertahankan prinsipnya yang kebetulan waktu saya sudah S1, mama juga di tahun yang sama (lebih cepat beberapa bulan) menyelesaikan pendidikan S1-nya. Maka, karena prinsip dan mama pun tahu saya punya semangat ingin belajar lagi dan bercita-cita menjadi dosen, mama tahan untuk menunda keinginannya untuk beli rumah sendiri demi membiayai saya kuliah padahal mama awal tahun 2018 sudah pensiun, sedangkan papa sudah sejak awal tahun 2013 pensiunnya. Sementara rumah yang biasa kami tinggali adalah rumah dinas. Dan saat ini kedua orang tua saya menetap untuk sementara di rumah kakak saya. Jadi sebagai seorang anak, saya ingin mengurangi sedikit beban orang tua saya, barangkali ya Allah beri jalan melalui beasiswa PMDSU ini. Dan karena ada kesempatan, kenapa nggak dicoba.

Proses untuk bisa mengikuti beasiswa PMDSU itu gimana sih?
Untuk prosesnya sendiri itu yang paling penting adalah harus memenuhi syarat untuk mendaftar PMDSU-nya, terutama usia pendaftar dan IPK. Untuk IPK ada beberapa kriteria, tergantung akreditasi prodi dan akreditasi kampusnya. Setelah itu harus memenuhi syarat untuk mendaftar sebagai mahasiswa S2 di kampus tujuan. Alangkah lebih baiknya juga memenuhi syarat S3-nya. Setelah itu juga pertimbangkan promotor yang akan dipilih, kalau bisa ya pilih sesuai bidang minat. Biasanya standar setiap kampus dan tiap promotor berbeda-beda. Ada promotor yang memberikan syarat khusus dan test khusus. Dan kebetulan promotor yang saya pilih tidak memberikan syarat khusus maupun test khusus. Mendaftar UM ke kampusnya sama mendaftar PMDSU-nya harus secara paralel. Biasanya yang menentukan kita lulus nggaknya itu keputusannya kebanyakan dari kampus dan promotor. Tapi tetap dengan persetujuan Dikti juga.

Nah setelah dinyatakan lulus beasiswa ini pun tidak semata-mata kita bakal dapet beasiswa full sampe doktor. Ada target-target capaian yang harus kita capai ditiap tahunnya, yang kalau kita tidak bisa mencapai target itu, kita tetap dapat beasiswanya tapi nggak sampe doktor hanya magister saja, kalaupun mau doktor harus daftar UM di kampus tersebut dari awal lagi. Namun, ada yang bilang beasiswanya dicopot. Saya kurang paham juga mengenai ini. Soalnya standar Dikti dan standar kampus itu berbeda-beda. Jadi menurut saya pribadi perjuangan beratnya justru bukan saat mendapatkan beasiswa ini tapi lebih ke mempertahankan beasiswa ini. Mohon doanya semoga saya bisa 🙂

Tips-tips supaya bisa lolos beasiswa PMDSU ala Ririn apa?
Untuk tips saya nggak punya tips khusus, yang penting kalau niat mau ikut beasiswa ini ya dipersiapian dari awal. Kuliah S1nya jangan dibetah-betahin, secara untuk PMDSU ada syarat usianya. Kalau nggak salah maksimal 24 tahun. Dan IPK nya juga kalau bisa ditingkatkan biar bisa memenuhi syarat. Sertifikat TOEFL sama TPA juga dipersiapkan, ya biar pas sudah memulai perkuliahan tidak memikirkannya lagi, bisa fokus kuliah saja. Dan penting juga kalau memilih promotor ya kalau bisa sesuai dengan bidang minat biar lancar ke depannya. Ya tips-nya yang paling penting adalah berdoa, serahkan semuanya sama Allah, karena apapun yang sedang kalian perjuangkan tapi tanpa berdoa pasti sangat sulit untuk dilalui.

Pesan dan kesan Ririn selama kuliah di jurusan Teknik Informatika IST AKPRIND?
Alhamdulillah, meskipun saya kuliah di AKPRIND dengan mengikuti saran dari abang dan temennya, saya nggak pernah merasa menyesal sedikitpun. Karena dimanapun kita menuntut ilmu itu sama saja, nggak ada bedanya. Ya ibaratkan baju, bagus nggaknya baju itu bukan dilihat dari harganya, tapi siapa yang memakainya. Terimakasih saya ucapkan untuk semua dosen di IST AKPRIND terutama dosen-dosen Teknik Informatika yang sudah memberikan saya banyak ilmu dan pengalaman yang luar biasa, saya bukan apa-apa jika tanpa perjuangan kalian memberikan yang terbaik untuk mahasiswa kalian.

Pesan Ririn, semoga Teknik Informatika IST AKPRIND ke depannya bisa makin baik, akreditasi bisa dipertahankan kalau bisa ditingkatkan. Bisa memberikan lebih banyak bidang minat yang ditawarkan kepada mahasiswanya.

Wah keren mbak Ririn, two thumbs up. Bravo jurusan Teknik Informatika, IST AKPRIND. Semoga makin banyak mahasiswa dan alumni yang bisa mengikuti jejaknya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here